May 2017

Islah Cinta

islah-cinta

Aku selalu percaya setiap hal yang terjadi padaku, seburuk apa pun, adalah yang terbaik. Namun, ketika Tuhan mencobaku dengan bayangan masa lalu, aku sungguh ingin menyerah. Kebencian kembali mengisi relung, mengelamkan mimpi masa depan yang sudah kubangun dengan apik. Kisah cinta Jodha dan Akbar serta keanggunan bangunan elok peninggalan Mughal tak bisa menyingkirkan pekatnya dendam. Hatiku kian gelap, bayangan masa lalu itu semakin melarakan hati. Akankah kutemukan sang penerang di negeri penuh cinta ini? India dan jutaan kisah cinta di balik istana-istana indah nan memesona akan kutuangkan di sini. Ini adalah catatanku yang berusaha berislah dengan cinta masa lalu.

Continue Reading →

Hijrah Cinta

hijrah-cinta

Percaya pada takdir bukan hal mudah. Dan bagiku, takdir untuk mengikhlaskan orang tersayang sungguh tak mudah. Karenanya... aku memilih lari dari takdir, terbang dua belas ribu kilometer untuk menghindari kenyataan. Aku berusaha mengubur duka dalam sudut ingatan. Menggantikannya dengan kisah petualangan inspiratifku. Keanggunan bangunan khas Spanyol pada masa kejayaan Islam di Argentina, senyum manis gadis-gadis Meksiko yang berkerudung, semangat para pemuda Muslim di Rio de Janeiro. Kudapatkan pula makna hidup baru, meski berhijrah dari duka untuk melepas dan berbahagia tak pernah mudah. Inilah jejakku dalam belajar ikhlas di Negeri Latin.

Continue Reading →

Muhasabah Cinta

muhasabah-cinta

Dalam hidup, kau akan bertemu banyak orang, banyak hal. Mereka akan mengujimu, memberimu pelajaran. Mereka akan memberikan warna baru dalam setiap jejak yang kau tapaki. Kutuliskan setiap perjumpaan itu. Petualangan yang kumulai dengan sisa hati yang sebagiannya telah remuk. Safari sakit hati yang menemukan kembali makna syukur di kota-kota nan memesona di Eropa. Aku tak bisa menjanjikan apa pun, kecuali barisan kata patah hati dengan sedikit latar romantis yang didamba banyak pemuja cinta. Akan ada air mata di Amsterdam, reuni kejutan di Paris, senyum pilu di Roma, dan tawa sendu di Berlin. Jika kau tertarik untuk keluar dari hidupmu, atau...

Continue Reading →

Angan Senja & Senyum Pagi

anga-senja-mockup-fron-cover

Hujan malam itu lambat dan panjang. Angan dan Pagi saling mematung, terpisah jarak dari kisah mereka yang beku di ujung waktu. Lanskap taman seolah tak ingin menunjukkan diri, lampu merkuri temaram di antara mereka berdua, dikaburkan rintik hujan. Angan memerhatikan wajah Pagi. Wajah itu, wajah yang pertama kali ia lihat belasan tahun lalu dan membuat matanya nyalang semalaman, wajah yang entah bagaimana diciptakan Tuhan dengan alis yang sempurna, hidung yang sempurna, bibir yang sempurna… Tak pernah bisa pergi dari inti memorinya selama ini. Angan melangkah mendekat ketika payung miliknya lepas dari genggaman. Kemudian ia menarik ujung payung bening milik Pagi....

Continue Reading →